UPT SPF SD Negeri Kaccia Meriahkan HUT ke-81 RI Lewat Lomba Cerdas Cermat

UPT SPF SD Negeri Kaccia Meriahkan HUT ke-81 RI Lewat Lomba Cerdas Cermat

MAKASSAR — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, UPT SPF SD Negeri Kaccia Makassar turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan perlombaan, salah satunya lomba Cerdas Cermat.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan, wawasan, serta semangat berkompetisi secara positif. Lomba Cerdas Cermat juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan rasa percaya diri siswa.

Keikutsertaan UPT SPF SD Negeri Kaccia dalam rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat kebersamaan antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

Fatimah S.Pdi., M.Pdi., Selaku Kepala UPT SPF SD Negeri Kaccia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, sportivitas, serta jiwa kebersamaan di kalangan peserta didik.
Dengan semangat kemerdekaan, keluarga besar UPT SPF SD Negeri Kaccia terus mendorong siswa untuk aktif, berprestasi, dan memiliki karakter yang positif.Ucapnya.

Sabaruddin NB.

 

Telkomsel Perkuat Aktivasi Brand di Makassar Half Marathon 2026

Telkomsel Perkuat Aktivasi Brand di Makassar Half Marathon 2026

Mks.Nalarbicaranews.com
14 Agustus 2026.

Telkomsel turut memperkuat kehadiran brand melalui berbagai titik interaksi selama pelaksanaan Telkomsel Makassar Half Marathon (MHM) 2026. Aktivasi sponsor dilakukan melalui booth dan area kegiatan yang menjangkau sekitar 65,8 persen peserta.

Selain itu, sejumlah elemen pendukung seperti aktivitas digital dan runner kit juga menjadi bagian dari strategi engagement dengan peserta. Berdasarkan data yang dipaparkan, aktivitas digital menjangkau 55,6 persen, sementara runner kit mencapai 54,7 persen.

Dari sisi ingatan spontan terhadap merek (spontaneous brand recall), Telkomsel mencatat 65,2 persen, disusul Isoplus 56,6 persen dan Aquviva 41,2 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Telkomsel sebagai sponsor MHM 2026 tidak hanya terlihat melalui aktivitas di lokasi, tetapi juga mampu membangun interaksi dan daya ingat merek di kalangan peserta.

Telkomsel MHM 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat hubungan antara brand, komunitas olahraga, dan masyarakat melalui kegiatan yang mengedepankan semangat hidup sehat serta pengalaman positif bagi para peserta.

Sabaruddin Nb.14 Agustus 2026

UPT SPF SMP 24 Makassar Gegap Gempita Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI

13 agustus 2026.

Makassar – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 terasa meriah di lingkungan UPT SPF SMP 24 Makassar. Berbagai kegiatan dan lomba khas Agustusan digelar untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah.

Kemeriahan terlihat dari antusiasme para siswa yang mengikuti beragam perlombaan dengan penuh semangat dan sportivitas. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, kekompakan, dan rasa percaya diri.

Suasana penuh kegembiraan semakin terasa ketika para peserta saling memberikan dukungan dan menunjukkan semangat juang dalam setiap perlombaan. Semarak Agustusan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai persatuan dan cinta Tanah Air sejak dini.

Melalui kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI, UPT SPF SMP 24 Makassar berharap semangat perjuangan para pahlawan dapat terus diwariskan kepada generasi muda melalui kegiatan positif, edukatif, dan penuh kebersamaan.

Dirgahayu Republik Indonesia! 🇮🇩
Semangat Kemerdekaan, Semangat Persatuan, Semangat Prestasi!

Bupati Gowa di Tengah Tekanan: Politik carut marut Dari Kasus Hukum, Skandal Etik hingga Rekomendasi HMP

Nalarbicaranews.comOrganisasi Agustu12, 2026

Hak Angket DPRD membuka sejumlah polemik, sementara pemeriksaan terkait seragam sekolah Rp16 miliar dan PBG-SLF menambah tekanan hukum terhadap pemerintahan Gowa.

Nalatbicaranews.com|  GOWA  Polemik pemerintahan Kabupaten Gowa pada 2026 tidak muncul dalam satu malam. Ia berkembang melalui rangkaian peristiwa yang bermula dari penggunaan hak konstitusional DPRD untuk mengusut kebijakan pemerintah daerah, kemudian melebar menjadi berbagai persoalan yang menyeret nama Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang.

Hak Angket DPRD Gowa menjadi salah satu pintu penting untuk melihat bagaimana berbagai persoalan tersebut mulai dibuka ke ruang publik.

Dari forum politik itu, sejumlah kebijakan dan persoalan pemerintahan dipertanyakan. Persidangan Pansus kemudian menghadirkan berbagai keterangan, dokumen, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan yang sedang diperiksa.

Perkembangannya kemudian tidak hanya berhenti di gedung DPRD.
Sejumlah persoalan yang muncul bersinggungan dengan proses pemeriksaan aparat penegak hukum. Bupati Gowa pun kemudian harus memberikan keterangan dalam kapasitas sebagai saksi dalam perkara yang berbeda.

Hak Angket Membuka Pintu
Pansus Hak Angket DPRD Gowa dibentuk untuk mengusut sejumlah persoalan yang dianggap penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam prosesnya, Pansus memanggil dan meminta keterangan dari berbagai pihak.

Persoalan yang diperiksa tidak hanya menyangkut satu kebijakan. Sejumlah isu mengenai kebijakan pendidikan, pengelolaan program pemerintah, hingga persoalan etik ikut menjadi bagian dari dinamika pemeriksaan.

Salah satu yang mencuat adalah kebijakan terkait bantuan pendidikan program doktoral Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin yang dikaitkan dengan mahasiswa bernama Dr. Rizqillah Amran.

Kebijakan tersebut dipertanyakan karena menyangkut keputusan pemerintah daerah dalam memberikan atau menghentikan dukungan pendidikan.

Namun, substansi kebijakan tersebut tetap harus dilihat berdasarkan dokumen dan dasar hukum yang digunakan pemerintah daerah.

Sidang yang Berakhir Walkout
Ketegangan antara Bupati dan DPRD kemudian terlihat dalam persidangan Pansus.

Pada 14 Juli 2026, Bupati Gowa hadir dalam forum pemeriksaan Hak Angket.

Namun, persidangan tidak berjalan mulus.

Terjadi perbedaan pandangan mengenai mekanisme penyampaian pertanyaan anggota DPRD. Bupati meminta pertanyaan disampaikan secara kolektif, sementara Pansus menghendaki mekanisme sesuai tata tertib persidangan.

Perbedaan tersebut berujung pada keputusan Bupati meninggalkan ruang sidang atau walkout.

Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu titik penting dalam hubungan politik antara eksekutif dan legislatif Gowa.

Bagi DPRD, tindakan tersebut dinilai tidak menghormati proses kelembagaan. Sebaliknya, dari sisi kepala daerah, persoalan tersebut berkaitan dengan mekanisme pemeriksaan yang dipersoalkan.

Kesaksian Pribadi Masuk ke Forum Politik
Hak Angket kemudian berkembang menjadi lebih sensitif ketika persoalan kehidupan pribadi Bupati turut muncul dalam forum DPRD.

Sejumlah keterangan mengenai dugaan hubungan pribadi Bupati dengan seorang pria berinisial BK disampaikan dalam proses tersebut.

Suami Bupati, Khaerul Aco, disebut hadir dan memberikan keterangan mengenai persoalan rumah tangga. Keterangan lain juga muncul dari mantan sopir pribadi Bupati.

Kesaksian-kesaksian tersebut kemudian menjadi bagian dari dinamika Hak Angket.

Namun, secara jurnalistik dan hukum, keterangan tersebut harus ditempatkan sebagai kesaksian atau tudingan yang disampaikan dalam forum, bukan sebagai fakta yang telah diputus atau dibuktikan oleh pengadilan.

Sebab, persoalan etik dan kehidupan pribadi memiliki konsekuensi serius terhadap reputasi seseorang dan harus ditulis dengan kehati-hatian.

Dari Ruang DPRD ke Penyelidikan Hukum
Ketika proses Hak Angket berlangsung, persoalan lain muncul melalui jalur penegakan hukum.

Salah satunya adalah dugaan penyimpangan dalam pengadaan seragam sekolah gratis dengan nilai sekitar Rp16 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Gowa.

Perkara tersebut ditangani Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Bupati Gowa kemudian dimintai keterangan oleh penyidik.
Yang penting dicatat, posisi Bupati dalam pemeriksaan tersebut adalah sebagai saksi.

Pemeriksaan itu menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengurai pelaksanaan program, mekanisme pengadaan, penggunaan anggaran, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Artinya, pemeriksaan terhadap Bupati tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai penetapan dirinya sebagai pelaku tindak pidana.

PBG dan SLF Menambah Pusaran
Belum selesai persoalan seragam, proses hukum lain juga mencuat dari sektor perizinan.

Dugaan korupsi atau pungutan liar dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di lingkungan Dinas Perkimtan Gowa ditangani penyidik Tipidkor Polresta Gowa.

Dalam perkara ini, Bupati Gowa juga dimintai keterangan.

Sekali lagi, posisinya adalah sebagai saksi.

Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah sebelumnya Bupati disebut sempat dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik. Pada akhirnya, Husniah memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan.

Kehadiran Bupati sebagai saksi menjadi bagian dari upaya penyidik menggali informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dan proses pelayanan perizinan yang sedang diperiksa.

Dengan demikian, perkara PBG-SLF harus tetap dipisahkan dari perkara seragam sekolah karena keduanya ditangani oleh institusi yang berbeda dan memiliki konstruksi perkara masing-masing.

Hak Angket Berujung Rekomendasi
Di sisi politik, Pansus Hak Angket DPRD Gowa kemudian menyelesaikan proses pemeriksaannya.

Hasil kerja Pansus melahirkan sejumlah rekomendasi.

Eskalasi politik kemudian bergerak menuju kemungkinan penggunaan Hak Menyatakan Pendapat (HMP).

Tahap ini menjadi penting karena HMP memiliki konsekuensi politik yang lebih jauh dibandingkan Hak Angket.

Namun, rekomendasi menuju HMP tidak dapat disamakan dengan keputusan final pemberhentian kepala daerah.

Masih terdapat tahapan dan mekanisme yang harus dilalui sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Satu Kepala Daerah, Banyak Pintu Persoalan
Jika rangkaian peristiwa tersebut disusun berdasarkan waktunya, terlihat sebuah pola yang menarik.

Pintu pertama adalah Hak Angket DPRD.

Dari sana, sejumlah kebijakan dan persoalan pemerintahan dibuka dan diperdebatkan secara terbuka.

Pintu kedua adalah kesaksian dan pemeriksaan politik.

Berbagai pihak dipanggil untuk memberikan keterangan, termasuk munculnya persoalan etik yang menyentuh kehidupan pribadi kepala daerah.

Pintu ketiga adalah proses hukum.

Di tengah gejolak politik tersebut, aparat penegak hukum menjalankan penyelidikan terhadap sejumlah dugaan penyimpangan, termasuk perkara pengadaan seragam sekolah gratis dan PBG-SLF.

Pintu keempat adalah tekanan politik lanjutan.

Hasil Pansus kemudian membawa DPRD pada rekomendasi yang membuka kemungkinan berlanjut ke Hak Menyatakan Pendapat.

Belum Ada Titik Akhir
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Gowa bukan lagi sekadar perdebatan antara eksekutif dan legislatif.

Ada proses politik di DPRD.
Ada penyelidikan aparat penegak hukum.

Ada kebijakan pemerintah yang dipertanyakan.

Dan ada persoalan etik yang telah masuk ke ruang publik.

Namun seluruhnya tetap harus ditempatkan berdasarkan status dan mekanisme masing-masing.

Dugaan korupsi harus dibuktikan melalui proses hukum. Kesaksian harus diuji. Kebijakan harus dilihat berdasarkan dokumen dan aturan. Sementara rekomendasi politik DPRD masih harus melewati tahapan ketatanegaraan.

Kini perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan besar: ke mana rangkaian Hak Angket, pemeriksaan hukum, dan rekomendasi politik tersebut akan membawa pemerintahan Kabupaten Gowa?
Jawabannya belum selesai.
Dan justru karena itulah, peta persoalan Bupati Gowa masih menjadi cerita yang terus bergerak.

( Laporan : TIM

Semarak Kemerdekaan Gugus VI Kec. Tamalate: SD Negeri Kaccia Sabet Juara Nyanyi Solo.

Makassar Nalarbicaranews.com.
13 Agustus 2026

Makassar NB.— Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-81Tahun Kemerdekaan RI tahun 2026 berlangsung meriah. Kegiatan yang melibatkan sekolah-sekolah dalam Gugus VI gabungan Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, tersebut diisi dengan berbagai perlombaan yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.

Pada Day 1, UPT SPF SD Negeri Kaccia Makassar berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Sekolah tersebut berhasil meraih Juara 1 Nyanyi Solo Putri dan Juara 2 Nyanyi Solo Putra.
Tidak hanya lomba menyanyi, Semarak Kemerdekaan juga dimeriahkan dengan berbagai cabang perlombaan lainnya, di antaranya futsal, lomba pidato, serta sejumlah kegiatan lainnya yang melibatkan para siswa dari sekolah-sekolah peserta.

Prestasi yang diraih UPT SPF SD Negeri Kaccia menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Kepala UPT SPF SD Negeri Kaccia, Fatimah, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang telah menunjukkan bakat, keberanian, dan semangat berkompetisi dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menggali potensi dan bakat siswa sekaligus mempererat silaturahmi antarsekolah.

Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Kami berharap anak-anak terus mengembangkan bakat dan potensinya serta tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Fatimah.
Semarak Kemerdekaan Gugus VI Gabungan Kecamatan Tamalate diharapkan semakin menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, dan semangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan dengan prestasi.Tandasnya.

Sabaruddin Nalarbicaranews.com
Agustus 2026.

UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar gelar Rapat Kerja Menguatkan Sinergi, Menghadirkan Inovasi. Tahun Ajaran 2026/2027

Nalarbicaranews.com
7Agustus.2026 2027.

Makassar, Nalarbicaranews.com. Makassar. Sebagai langkah awal dalam menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027, UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Hotel Karebosi Premier, Makassar. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, merumuskan langkah-langkah pengembangan sekolah, serta menyamakan persepsi seluruh warga sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Raker ini Mengusung tema “Menguatkan Sinergi, Menghadirkan Inovasi, Mewujudkan SMP Negeri 6 Makassar yang Unggul, Berkarakter, dan Berwawasan Global,”

Rapat kerja berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Tema tersebut mencerminkan komitmen seluruh warga sekolah untuk terus membangun kolaborasi yang kuat, menciptakan berbagai inovasi dalam pembelajaran maupun pelayanan, serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar, Hj. Andi Mindarwati, S.Pd., M.Pd., Pengawas Sekolah Dr. Raisuddin, M.Pd., seluruh guru, serta tenaga kependidikan. Kehadiran seluruh unsur sekolah menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama, komunikasi yang efektif, dan komitmen yang kuat.

Dalam sambutannya, Hj. Andi Mindarwati, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, mengevaluasi capaian, sekaligus menyusun strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurut beliau, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan kesiapan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi.

Beliau juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan agar menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang. Dengan semangat kebersamaan, setiap program yang direncanakan diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan serta pembentukan karakter peserta didik.

Sebagai pedoman dalam menjalankan seluruh program sekolah, rapat kerja tahun ini mengusung motto:

“Merencanakan dengan Bijak, Bekerja dengan Hati, Melayani dengan Integritas, Menginspirasi dengan Prestasi.”

Motto tersebut menjadi landasan moral sekaligus penyemangat bagi seluruh warga sekolah dalam menjalankan tugasnya. Merencanakan dengan bijak berarti menyusun setiap program berdasarkan kebutuhan sekolah dan peserta didik. Bekerja dengan hati mencerminkan dedikasi dan ketulusan dalam memberikan pelayanan pendidikan. Melayani dengan integritas menunjukkan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme, sedangkan menginspirasi dengan prestasi menjadi motivasi agar setiap insan pendidikan mampu memberikan teladan melalui karya dan pencapaian terbaik.

Memasuki sesi pembahasan program kerja, rapat berlangsung secara dinamis dan interaktif. Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan sebagai upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Pada aspek keamanan sekolah, peserta rapat membahas pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah. Sistem keamanan yang baik diyakini menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan proses pembelajaran.

Pembahasan berikutnya mengenai cleaning service difokuskan pada peningkatan kualitas kebersihan lingkungan sekolah. Kebersihan merupakan salah satu indikator penting dalam menciptakan sekolah yang sehat, nyaman, dan mendukung budaya belajar. Oleh karena itu, koordinasi antara petugas kebersihan dan seluruh warga sekolah perlu terus diperkuat agar tercipta lingkungan yang bersih dan asri. Selanjutnya, rapat juga membahas jadwal piket guru sebagai bentuk penguatan kedisiplinan serta pengawasan terhadap aktivitas peserta didik selama berada di lingkungan sekolah. Penataan jadwal piket dilakukan secara proporsional agar pelaksanaannya berjalan efektif dan mampu mendukung terciptanya budaya sekolah yang tertib.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian khusus adalah implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Para guru diajak untuk mengembangkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan memecahkan masalah. Pembelajaran diharapkan lebih bermakna sehingga peserta didik mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.

Selain itu, rapat juga membahas pembagian jam mengajar agar sesuai dengan kebutuhan sekolah, ketentuan kurikulum, serta kompetensi masing-masing guru. Penataan ini diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan kualitas pembelajaran di kelas.

Dalam bidang lingkungan hidup, Program Adiwiyata kembali menjadi salah satu prioritas sekolah. Berbagai program dirancang untuk menumbuhkan kepedulian warga sekolah terhadap kelestarian lingkungan melalui pembiasaan hidup bersih, pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air, serta penguatan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari karakter peserta didik.

Rapat juga membahas ketentuan pakaian pegawai sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan dan profesionalisme aparatur sekolah. Penampilan yang rapi dan sesuai ketentuan diharapkan mampu mencerminkan budaya kerja yang tertib serta menjadi teladan bagi peserta didik.

Sementara itu, pada aspek sarana dan prasarana, dibahas berbagai kebutuhan pengembangan fasilitas sekolah guna mendukung proses pembelajaran yang nyaman, aman, dan modern. Seluruh peserta memberikan masukan terkait pemeliharaan maupun pengadaan fasilitas yang menjadi prioritas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Salah satu sesi yang memberikan inspirasi bagi peserta adalah penyampaian materi oleh Dr. Raisuddin, M.Pd. selaku Pengawas Sekolah. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya membangun growth mindset (pola pikir berkembang) dan menghindari fixed mindset (pola pikir tetap) dalam dunia pendidikan.

Beliau menegaskan bahwa seorang pendidik hendaknya tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki, tetapi harus senantiasa terbuka terhadap perubahan, mau belajar hal-hal baru, menerima kritik sebagai bahan evaluasi, serta menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas diri. Menurut beliau, sekolah yang unggul hanya dapat diwujudkan apabila seluruh warga sekolah memiliki semangat belajar sepanjang hayat dan terus melakukan inovasi dalam setiap aspek pelayanan pendidikan.

Materi tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta rapat. Banyak guru yang menyampaikan pendapat dan pengalaman terkait penerapan pola pikir  berkembang dalam proses pembelajaran maupun pelaksanaan tugas sehari-hari. Diskusi yang terjalin semakin memperkuat komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar.

Rapat kerja kemudian ditutup dengan penyampaian komitmen bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk melaksanakan seluruh program yang telah disepakati secara konsisten, profesional, dan penuh tanggung jawab. Semangat kebersamaan yang terbangun selama rapat diharapkan menjadi energi positif dalam mewujudkan sekolah yang semakin maju, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan Nisau

Sabaruddin..NalarBicaranews.com
Agustus 7 2026.

MAN 2 Makassar, Madrasah Unggulan Akademik yang Maju, Bermutu, dan Berintegritas Agustus 4, 2026 

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Dengan semangat memberikan layanan pendidikan terbaik, MAN 2 Makassar menghadirkan sistem pembelajaran yang berkualitas, didukung tenaga pendidik profesional serta pelayanan administrasi yang prima.

Saat ini, MAN 2 Kota Makassar memiliki 1.425 peserta didik yang dibimbing oleh 105 tenaga pendidik dan kependidikan. Jumlah tersebut menjadi kekuatan dalam mewujudkan pendidikan yang berprestasi, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, MAN 2 Kota Makassar juga mengembangkan Zona Integritas serta menghadirkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memberikan layanan administrasi yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., MAN 2 Kota Makassar terus melakukan berbagai inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat prestasi akademik maupun nonakademik, serta membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas.

Melalui berbagai program unggulan, MAN 2 Kota Makassar optimistis dapat terus mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kehadiran PTSP dan pembangunan Zona Integritas menjadi bukti nyata bahwa MAN 2 Kota Makassar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pelayanan publik yang berkualitas *

” Redaksi Nalarbicara. com. . (

Rakerkonas APINDO ke XXXV Bahas Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Fragmentasi Global Digelar di Hotel Claro Makassar

Mks.Nalarbicaranews.com
Agustus 4 2026.

Makassar – Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV diselenggarakan di Hotel Claro Makassar dengan mengusung tema “Ketahanan Ekonomi Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global.”

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan para pengusaha Indonesia, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas langkah-langkah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan dan dinamika perekonomian global.

Melalui Rakerkonas XXXV, para peserta diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, meningkatkan daya saing dunia usaha, serta mendorong inovasi dan investasi sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Forum ini juga menjadi momentum untuk merumuskan berbagai rekomendasi strategis dalam menghadapi fragmentasi global sekaligus menjaga stabilitas dan kemajuan ekonomi Indonesia.

Penyelenggaraan Rakerkonas XXXV di Hotel Claro Makassar diharapkan menghasilkan gagasan dan komitmen bersama yang mampu memperkuat peran pengusaha Indonesia dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.

Rakerkonas APINDO XXXV Bahas Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Fragmentasi Global

Makassar – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggelar Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) XXXV di Hotel Claro Makassar dengan mengusung tema “Ketahanan Ekonomi Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global.”

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Zulkifli Hasan, bersama sejumlah menteri lainnya, anggota DPR RI, pimpinan DPR di tingkat pusat dan Provinsi Sulawesi Selatan, para gubernur dari berbagai daerah di Indonesia, pengurus APINDO, serta pelaku usaha nasional.

Rakerkonas XXXV menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Berbagai isu penting dibahas, mulai dari penguatan investasi, peningkatan daya saing industri, penciptaan lapangan kerja, hingga strategi menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika dan fragmentasi ekonomi global.

Melalui forum ini diharapkan lahir rekomendasi dan kebijakan strategis yang mampu memperkuat iklim investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta meningkatkan peran pengusaha Indonesia sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya saing.

Nalar bicara news.com.
Sabaruddin.
4 Agustus 2026.

UPT SPF SD Inpres Layang Bertingkat Bontoala Makassar Gelar MPLS, Sambut Hangat Siswa Baru

Makassar – UPT SPF SD Inpres Layang Bertingkat, Kecamatan Bontoala, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Penyambutan berlangsung hangat di gerbang sekolah saat para siswa baru tiba diantar orang tua.

Kepala Sekolah Dr. Nureni, S.Pd., M.Pd turun langsung menyambut dan menyapa setiap siswa baru dengan ramah di hari pertama masuk sekolah. Ia berharap kegiatan ini dapat memudahkan siswa beradaptasi, merasa nyaman, serta tumbuh menjadi peserta didik yang cerdas dan berakhlak mulia.

Kegiatan berlangsung tertib, aman dan penuh keakraban dengan dukungan seluruh guru serta warga sekolah.

1 2 3 6